^Kembali ke Atas
  • 1 Partner PwC Indonesia di Studium General Akuntansi
    Studium General Akuntansi periode 17 April 2014,pemaparan dari Ketua DSAS-IAI & Partner KAP PwC (Pricewaterhouse Cooper) Indonesia, Drs.M.Jusuf Wibisana,M.Ec.,Ak.,moderator Dr.Rini,Ak.,CA
  • 2 Ketua Umum IAPI di Studium General periode September 2014
    Kuliah Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarko Sunaryo,MBA.,CPA di Studium General Akuntansi, yang berlangsung Selasa 23 September 2014
  • 3 Simposium Nasional Akuntansi Syariah 27 Agustus 2014
    Prodi Akuntansi sukses menyelenggarakan Simposium Nasional Akuntansi Syariah tanggal 27-28 Agustus 2014 bersama beberapa perguruan tinggi co-host di Jakarta
  • 4 Pemaparan Manajer Audit PT PPI di Studium General April 2014
    Pemaparan Manajer Audit PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Budhiman,S.Pd.,MM.,PIA. di Studium General Akuntansi 17 April 2014
  • 5 Rektor membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah
    Rektor UIN Jakarta Prof.Dr. Komaruddin Hidayat membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah Prodi Akuntansi, 11 September 2013
baner

Seminar Nasional Akuntansi "Fraud di Pemerintahan"

guna menyegarkan dan membagi wawasan serta pemahaman tentang empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Dipandang salah satu upaya untuk kembali kepada nilai luhur bangsa sekaligus memperbaiki keadaan bangsa menjadi lebih baik lagi ke depan.

Namun yang tidak kalah penting dan menjadi prioritas adalah menjadikan tatanan para penyelengara negara, untuk menjadi target sosialisasi. Penyelenggara negara tentu memiliki peran strategis kaitannya dengan kebijakan publik, sehingga mereka wajib memahami dan sadar benar arti nilai Pancasila untuk menghindari korupsi dan kebijakan intoleransi. Mereka harusnya mampu menghayati, memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila beserta empat pilar kebangsaan dalam kaitannya dengan keputusan yang berhubungan dengan rakyat banyak.

Kasus korupsi dewasa ini melibatkan semua pihak, baik eksekutif, yudikatif maupun legislative. Jumlahnya sekitar 160 pejabat yang saat ini menjadi pesakitan KPK, berasal dari seluruh lini. Dari tahun ke tahun indeks persepsi korupsi yang dirilis lembaga internasional tidak memperlihatkan peningkatan yang berarti, posisi Indonesia dibandingkan Negara-negara lain masih kurang bagus.  Ini tentunya menjadi keprihatinan kita bersama. Untuk itu, kembali pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, yakni melalui empat pilar ini.

Dalam rangka tujuan tersebut, telah terselenggara seminar nasional dengan tema Peranan 4 Pilar Kebangsaan dalam Mencegah Terjadinya Fraud di Lingkungan Pemerintahan Indonesia

Hari/Tanggal                   : Kamis, 31 Oktober 2013
Waktu                             : Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat                           : Ruang Teater Lt. 2 Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta,
                                         Jl. Ir. H. Juanda no 95, Ciputat 15412, Banten

Agenda:

SESI 1Nilai-nilai Bangsa Indonesia yang terkait dengan Pencegahan Fraud
Pembicara:
  1. Dr. Rochmadi Saptogiri – BPK
  2. Prof. Dr. Unti Ludigdo, M.Si., Ak. (Guru Besar Akuntansi Universitas Brawijaya Malang) – “Nilai-nilai luhur pancasila dalam mencegah terjadinya kecurangan.”
SESI II : Pencegahan Korupsi oleh BPK dan KPK
Pembicara:
  1. Deputi Pencegahan Korupsi – KPK
 
CP:
Soliyah Wulandari,SE.,M.Sc (telp. 085743004047)