^Kembali ke Atas
  • 1 Partner PwC Indonesia di Studium General Akuntansi
    Studium General Akuntansi periode 17 April 2014,pemaparan dari Ketua DSAS-IAI & Partner KAP PwC (Pricewaterhouse Cooper) Indonesia, Drs.M.Jusuf Wibisana,M.Ec.,Ak.,moderator Dr.Rini,Ak.,CA
  • 2 Ketua Umum IAPI di Studium General periode September 2014
    Kuliah Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarko Sunaryo,MBA.,CPA di Studium General Akuntansi, yang berlangsung Selasa 23 September 2014
  • 3 Simposium Nasional Akuntansi Syariah 27 Agustus 2014
    Prodi Akuntansi sukses menyelenggarakan Simposium Nasional Akuntansi Syariah tanggal 27-28 Agustus 2014 bersama beberapa perguruan tinggi co-host di Jakarta
  • 4 Pemaparan Manajer Audit PT PPI di Studium General April 2014
    Pemaparan Manajer Audit PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) Budhiman,S.Pd.,MM.,PIA. di Studium General Akuntansi 17 April 2014
  • 5 Rektor membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah
    Rektor UIN Jakarta Prof.Dr. Komaruddin Hidayat membuka Seminar Nasional Akuntansi Perbankan Syariah Prodi Akuntansi, 11 September 2013
baner

Edukasi Otoritas Jasa Keuangan

Badan Eksekutif Mahaisswa (BEM) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta menggelar dialog bertajuk “Edukasi Produk dan Perencanaan Keuangan” di Auditorium Harun Nasution, Kamis (10/7/2014).

Menurut Deputi Komisioner Edukasi dan Perencanaan Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sri Rahayu Widodo, pendidikan keuangan kepada mahasiswa sangat penting. Alasannya, saat ini banyak lembaga keuangan yang tumbuh subur dan mahsiswa mesti mengetahui perkembagan lembaga-lemnaga itu.

Lembaga-lembaga itu ada yang millik pemerintah dan terdapat pula yang dikelola oleh swasta“Selain perbankan, lembaga di sektor keuangan non-bank juga banyak, seperti pegadaian, koperasi, sekuritas, asuransi, pasar modal, dan sebagainya,” ujarnya.

Untuk mengawasi kienerja lembaga-lembaga tersebut, maka diperlukan OJK. “Ini lembaga independen. Sesuai amanat Undang-undang, lembaga ini punya kewajiban memberikan perlindungan kepada konsumen,” terang Sri Rahayu.

Pemahaman tentang OJK kian penting, katanya, karena saat ini banyak tumbuh kongmelarasi perusahaan-perusahaan bisnis di lintas sector. Contohnya, Bank Mandiri, selain punya binis bank, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga punya bisnis sekuritas, asurasni, dan lain-lainnya. Demikian pula Trans Corp dan MNC Group. “Perusahaan-perusahaan ini perlu pengawan yang integrative, yaitu OJK,” imbuhnya.

Sementara Sekretrais Jurusan Akuntasi FEB  Hepi Prayudiawan SE, MM, Ak, dalam sambutannya, menyatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan acara tersebut. “Terima kasih atas penyelanggaraan acara ini. Ini bisa membantu mahasiswa mengetahui lebih banyak soal dunia keuangan di Indonesia,” katanya.

Acara yang dihelat dengan buka bersama ini terselenggara atas kerja sama BEM Jurusan Akuntasi dengan  perhimpunan Sehati Nusantara dan OJK.(Saifudin)

 

Copyright © 2013. Akuntansi Rights Reserved.


Website Security Test